Sejarah Stempel dalam Pemerintahan Dunia dan Fungsinya

Sejarah Stempel dalam Pemerintahan Dunia dan Fungsinya

Sejarah stempel bermula sekitar 5.000 tahun lalu di Mesopotamia. Saat itu, penguasa dan pedagang menekan atau menggulirkan segel batu ke tanah liat basah sebagai tanda pengesahan. Hingga kini, prinsipnya sama: stempel membuktikan bahwa sebuah dokumen berasal dari pihak yang berwenang.

Jawaban singkat: Stempel adalah alat pengesah yang meninggalkan cap unik pada dokumen. Dahulu bentuknya segel silinder, cincin meterai, atau segel lilin. Sekarang bentuknya stempel instansi berbahan karet atau kayu.

Daftar Isi

  1. Asal-usul stempel di Mesopotamia dan Lembah Indus
  2. Stempel di Mesir, Romawi, dan Eropa abad pertengahan
  3. Stempel di Tiongkok dan Jepang
  4. Stempel di Nusantara dan Indonesia
  5. Stempel dan meterai: apa bedanya?
  6. Stempel untuk keperluan lain
  7. Tanya jawab
  8. Referensi

1. Asal-usul Stempel di Mesopotamia dan Lembah Indus

Arkeolog menemukan segel silinder di Mesopotamia yang berasal dari sekitar 3500 SM, terutama di kota Uruk. Pengguna menggulirkannya di atas tablet tanah liat. Hasilnya adalah gambar timbul yang berfungsi sebagai tanda tangan.

Peradaban Lembah Indus memakai segel datar dari steatit. Motifnya hewan, misalnya “unicorn”, disertai aksara yang hingga kini belum terbaca. Segel-segel ini diduga menandai barang dagangan dan kepemilikan.

Dengan demikian, stempel lahir dari kebutuhan administrasi dan perdagangan, bukan sekadar hiasan.

2. Stempel di Mesir, Romawi, dan Eropa Abad Pertengahan

Mesir kuno memakai segel berbentuk kumbang scarab dan cincin meterai. Lalu, para pejabat Romawi memakai cincin meterai (anulus signatorius) untuk mengesahkan surat dan menutup dokumen. Kaisar Augustus dikenal memakai cincin bergambar sphinx pada masa awal kekuasaannya.

Pada abad pertengahan, raja-raja Eropa memakai segel lilin untuk dekrit dan perjanjian. Inggris punya Great Seal of the Realm, yang dipakai sejak masa Edward the Confessor pada abad ke-11. Perlu dicatat, Magna Carta 1215 disahkan dengan segel Raja John, bukan tanda tangan. Sementara itu, para paus mengesahkan dokumen resmi dengan segel timbal (bulla). Dari situlah istilah “bulla kepausan” berasal.

Contoh yang lebih modern adalah Great Seal of the United States. Kongres AS menetapkannya pada 20 Juni 1782, dengan elang dan semboyan E Pluribus Unum.

3. Stempel di Tiongkok dan Jepang

Di Tiongkok, stempel (yin atau xi) menjadi simbol kekuasaan. Setelah menyatukan Tiongkok pada 221 SM, Kaisar Qin Shi Huang dikenal memiliki “Segel Warisan Kekaisaran” dari batu giok. Berabad-abad kemudian, pemilik segel ini dianggap sebagai penguasa yang sah.

Jepang juga punya tradisi panjang. Segel emas “Raja Na” (57 M), pemberian dari kaisar Dinasti Han, ditemukan di Fukuoka pada 1784. Hingga kini, warga Jepang memakai hanko atau inkan untuk mengesahkan dokumen resmi. Untuk urusan penting, mereka mendaftarkan cap pribadinya ke kantor pemerintah daerah.

4. Stempel di Nusantara dan Indonesia

Di dunia Melayu-Nusantara, surat kerajaan lazim dibubuhi cap mohor, yaitu cap resmi sultan atau raja. Cap ini menandai keaslian surat dalam hubungan diplomasi maupun administrasi. Surat dari Sultan Ternate kepada raja Portugal pada abad ke-16 adalah salah satu contoh yang sering dikaji.

Pada masa modern, Indonesia mengatur lambang negara Garuda Pancasila lewat UU No. 24 Tahun 2009. Lembaga negara memakai lambang itu pada stempel resmi sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, instansi dan perusahaan memakai stempel dinas atau stempel basah untuk mengesahkan surat, kuitansi, dan sertifikat.

5. Stempel dan Meterai: Apa Bedanya?

Banyak orang masih mencampurkan keduanya.

Aspek Stempel Meterai
Fungsi Mengesahkan identitas pengirim atau instansi Pajak atas dokumen tertentu
Dasar hukum Kebijakan internal dan tata naskah instansi UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai
Penerbit Instansi atau perusahaan sendiri Negara
Nilai Tidak bernilai nominal Tarif tetap Rp10.000

Jadi, stempel menjawab pertanyaan “siapa yang mengeluarkan dokumen ini?”. Meterai menjawab pertanyaan “apakah pajak dokumen ini sudah dibayar?”. Sebelum memakainya untuk keperluan hukum, cek aturan terbaru di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak.

6. Stempel untuk Keperluan Lain

Fungsi stempel kini jauh lebih luas dari administrasi pemerintahan:

  • Seni dan kaligrafi: Seniman Tiongkok dan Jepang membubuhkan cap merah sebagai tanda karya asli.
  • Bisnis: Stempel perusahaan, cap “LUNAS”, dan stempel alamat menghemat waktu.
  • Kerajinan dan merek: Perajin memberi cap pada produk sebagai tanda asal dan kualitas.
  • Pendidikan dan hobi: Guru memakai stempel penilaian. Penggemar scrapbook memakai stempel dekoratif.
  • Souvenir dan hantaran: Stempel kayu personal populer untuk hadiah, seperti nama, logo, atau motif khusus.

Kayu menjadi bahan favorit karena kuat, hangat saat dipegang, dan mudah diukir. Selain itu, tampilannya terlihat lebih klasik dan eksklusif dibandingkan plastik.

7. Tanya Jawab

Kapan stempel pertama kali digunakan?
Segel silinder tertua ditemukan di Mesopotamia dan berasal dari sekitar 3500 SM.

Apa fungsi utama stempel dalam pemerintahan?
Stempel mengesahkan dokumen, membuktikan keaslian, dan mencegah pemalsuan.

Apa bedanya stempel dan meterai?
Stempel menandai identitas instansi. Meterai adalah pajak dokumen yang diterbitkan negara.

Apakah stempel masih relevan di era tanda tangan digital?
Ya. Banyak instansi masih mewajibkan stempel basah untuk dokumen fisik. Namun, tanda tangan elektronik makin dipakai untuk dokumen digital.

Mengapa stempel kayu masih digemari?
Bahannya awet, tampilannya klasik, dan mudah dibuat sesuai pesanan.

Pesan Stempel Kayu dan Kerajinan Kayu Custom

Butuh stempel kayu untuk bisnis, hadiah, atau koleksi? Kunjungi kerajinankayu.com atau hubungi WhatsApp 081217870700 untuk konsultasi desain dan pemesanan.

8. Referensi

  • UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
  • UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.
  • Koleksi segel dan dokumentasi Museum Britania Raya (British Museum) tentang segel Mesopotamia dan Lembah Indus.
  • Arsip Great Seal of the United States (Departemen Luar Negeri AS).
  • Arsip Nasional Inggris (The National Archives) tentang Great Seal of the Realm dan Magna Carta.
  • Museum Kota Fukuoka tentang segel emas Raja Na.