Rahasia Tersembunyi Blitar: Kampung Kreatif Kerajinan Kayu Sentul – Wisata Edukasi & Budaya yang Wajib Dikunjungi Selain Makam Bung Karno dan Kampung Coklat

Blitar sering identik dengan Makam Bung Karno dan Kampung Coklat yang ikonik, tapi kota ini punya permata lain yang tak kalah menarik: Kampung Kreatif Kerajinan Kayu Kelurahan Sentul, atau lebih dikenal sebagai Kampung Kendang Sentul. Terletak di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul (atau sekitar Sananwetan), kampung ini menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya yang unik, fokus pada kerajinan kayu tradisional khususnya produksi kendang jimbe (djembe) berkualitas ekspor.

Jauh dari keramaian wisata mainstream, kampung ini menawarkan pengalaman autentik: menyaksikan proses pembuatan alat musik dari kayu mahoni/nangka, ikut workshop hands-on, dan merasakan getaran budaya Afrika yang beradaptasi menjadi warisan lokal Blitar. Cocok untuk keluarga, pelajar, komunitas seni, atau traveler yang mencari wisata berkelanjutan dan berbeda. Berikut alasan mengapa Kampung Kendang Sentul layak jadi prioritas kunjungan Anda di Blitar.

1. Workshop Pembuatan Kendang Jimbe Langsung dari Pengrajin Asli

Di sini, pengunjung bisa melihat dan bahkan ikut proses lengkap pembuatan kendang: mulai dari pemilihan kayu log, bubut, pahat motif tradisional, lukis desain unik, hingga penyetelan kulit kambing untuk suara sempurna. Banyak pengrajin seperti Pak Sugeng yang menjadi pemandu, berbagi cerita bagaimana kerajinan ini berkembang sejak 2000-an hingga diekspor ke Eropa, Amerika, Afrika, Asia (termasuk China dan Korea). Pengalaman ini edukatif dan interaktif—cocok untuk rombongan sekolah atau keluarga yang ingin belajar seni kerajinan tangan.

2. Pengalaman Budaya Fusion Afrika-Indonesia yang Menarik

Kendang jimbe berasal dari Afrika Barat, tapi di Sentul telah diadaptasi dengan kearifan lokal Blitar—menjadi ikon kota dengan filosofi “Anke djé, anke bé” (berkumpul dalam damai). Pengunjung bisa ikut sesi rampak kendang (tabuh bersama), merasakan getaran suara yang menyatukan orang. Festival tahunan seperti Wadhitra Djembe Festival sering digelar, mempertemukan pengrajin, musisi, dan wisatawan untuk merayakan budaya gotong royong. Ini jadi spot sempurna untuk foto Instagramable dengan alat musik raksasa atau grup rampak.

3. Wisata Edukasi dan Pelestarian Lingkungan yang Berkelanjutan

Sebagai kampung wisata kreatif, Sentul menekankan penggunaan kayu berkelanjutan dan pemberdayaan warga lokal (ratusan tenaga kerja terlibat). Pengunjung belajar tentang ekonomi kreatif UMKM, pelestarian budaya, dan nilai kerja keras pengrajin—ideal untuk outing class siswa atau kelompok studi. Berbeda dengan wisata alam atau sejarah biasa, di sini Anda bisa bawa pulang souvenir mini kendang buatan sendiri!

4. Lokasi Strategis, Akses Mudah, dan Biaya Ramah

Hanya 10-15 menit dari pusat Kota Blitar (dekat Makam Bung Karno), kampung ini mudah dijangkau via Jl. Sawunggaling Gang Kyai Jamal. Tiket masuk minim (sering gratis atau donasi sukarela), workshop sekitar Rp50.000–Rp100.000/orang tergantung paket. Cocok dikombinasikan dengan destinasi lain di Blitar untuk itinerary sehari penuh.

Tips Berkunjung ke Kampung Kendang Sentul

  • Waktu terbaik: Akhir pekan atau saat festival untuk suasana lebih hidup.
  • Bawa: Kamera, topi/sunscreen (area terbuka), dan uang tunai untuk beli souvenir.
  • Kontak: Cari info via Instagram @kendangsentul atau WhatsApp pengrajin lokal.
  • Rekomendasi: Kunjungi pagi hari agar bisa ikut proses produksi aktif.

Blitar punya lebih dari sekadar makam dan coklat—Kampung Kreatif Kerajinan Kayu Sentul adalah bukti kekayaan budaya dan kreativitas lokal yang patut dieksplorasi. Jangan lewatkan destinasi ini saat liburan ke Bumi Bung Karno!